Beberapa hari ini, perasaan ku campur aduk, aku gak tau apa yang ada di kepala dan hati ku saat ini, tapi hal itu sangat membuatku terpuruk, stress, ingin melakukan sesuatu tapi bingung harus mulai darimana.
Perasaan mulai reda kalau diajak 'happy-happy' entah itu ketemu temen-temen kampus, pergi dari kosan atau pergi ke mall untuk refreshing. Saat melakukan hal itu, beban di kepala seakan hilang entah kemana, ceria,tertawa,tersenyum,bahagia, tapi entah kenapa saat kembali ke aktivitas kuliah yang membuatku stress dan terbebani, mood ku langsung jatuh atau juga seperti mendengar berita yang tidak mengenakkan hati, mood ku pun langsung jatuh. Kehilangan nafsu makan, kehilangan semangat melakukan aktivitas dan ingin rasanya tidur seharian dan melupakan hal-hal yang mengganggu pikiran dan hati.
Bercerita sedikit tentang yang berbau kampus. Seperti saat kembali ke aktivitas kuliah. Senin sampai rabu, rasanya sangat menyenangkan tapi saat ingin menghadapi hari kamis entah kenapa pikiran dan hati langsung men-sugesti kalau hari esok itu berat dan melelahkan. Seperti llaptop lama yang sangat membebani tugas kuliah sampai-sampai ingin rasanya membanting laptop ini saja dan ganti yang baru. Tapi ekspetasi tak seindah realita. Realita yang harus kuterima dengan lapang dada. Ingin rasanya menangis tapi sepertinya air mata ini hilang entah kemana haha (padahal tidak ada yang lucu). Ya! Memang tidak ada yang lucu tapi ini salah satu metode ku untuk bisa menghadapi rasa stress yang datang, tertawa walau tidak ada hal yang lucu, selalu ceria, dan tersenyum, menurutku, tapi tidak tahu apa yang dipikirkan oleh orang-orang tentang kebiasaan ku setiap hari tapi aku selalu berusaha untuk ceria.
Ingin teriak tapi tidak bisa, ingin menangis tapi tidak bisa, ingin bercerita tapi tidak tahu harus ke siapa, ingin pergi tapi tidak tahu harus kemana.
Tidak tahu kenapa, apa memang perasaanku saja yang men-sugesti kalau hari kamis itu memang langganan hari yang berat dan melelahkan dari zaman SMP, SMA dan sampai kuliah. Tapi pikiran dan hati ini berusaha untuk tetap berhusnudzon entah bagaimana caranya.
Ingin bilang tapi harus bilang ke siapa, ingin rasanya punya pekerjaan sendiri dan menghasilkan uang sendiri gak perlu repot-repot harus minta ke orangtua. Gak perlu repot-repot minta kalau ingin membeli laptop atau barang-barang yang sangat diperlukan/diinginkan.
Ingin rasanya tapi tidak bisa.
Memang. Sangat berat dan membebankan.
Apa ini kondisi yang tidak dapat dipaksakan?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar